Kisah Ali bin Abi Thalib dan Saudaranya yang Terlilit Hutang

Ali bin Abi Thalib

Bila kita ingin meneladani seseorang, pelajarilah biografi hidupnya. Demikian ungkapan bijak mengatakan. Dengan meneladani biografi seseorang, ia akan menggerakan untuk meniru amalan-amalan yang biasa dia lakukan. Juga akan memberi ruh kepada kita untuk menguatkan dikala kesempitan itu menghimpit.

 Adalah sahabat mulia Ali Bin Abi Thalib radhiyallahu anhu. Beliau merupakan Khalifah keempat setelah  Abu Bakar  Ash Shiddiq, Umar bin Khatab dan Ustman bin Affan. Dalam kurun waktu 6 tahun kepemimpinannya, ia begitu totalitas mencurahkan jiwa dan raganya untuk islam. Kontribusi  yang ia berikan, tak ubahnya pemimpin-pemimpin mulia sebelumnya.

Ali bin Abi Thalib
Kaligrafi Ali bin Abi Thalib
Sumber: Twitter

 Ia berbuat adil kepada semua rakyatnya, tidak pandang buluh sekalipun kepada kerabatnya. Keadilannya diuji saat saudaranya yang sedang dihimpit hutang mendatanginya.

 Diriwayatkan bahwa Uqail terlilit hutang hingga akhirnya menemui saudaranya yang menjadi amirul mukminin,  Ali bin Abi Thalib. Ia mendatangi sang amirul mukminin di Kufah. Sesaat setelah berjumpa. Iapun mengeluhkan tentang utangnya yang berjumlah empat puluh ribu dirham. amirul mukminin mendengarkan dengan seksama. Kemudan ia berkata :

  “ Saudaraku, aku tidak punya uang. Tapi bersabarlah sampai jatahku tiba. Maksudnya adalah gaji sebagai seorang amirul mukmimin. Dan ia jelaskan “ Jumlah gajiku empat ribu dirham” tandasnya.

 “ Baitu Mal berada ditanganmu. Tapi kau malah menyuruhku menunggu menerima jatah pemberiamu.” Tegas Uqail.

 Amirul Mukminin berkata “ apakah kau menyuruhku untuk menyerahkan harta kaum muslimin padamu padahal mereka telah mempercayakan harta itu kepadaku?

 Itulah sekelumit diantara sebagian kecil kisahnya yang diabaikan sejarah. Betapa beliau ini berusaha menjaga dirinya dalam berbuat adil.

 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُونُواْ قَوَّٰمِينَ لِلَّهِ شُهَدَآءَ بِٱلۡقِسۡطِۖ وَلَا يَجۡرِمَنَّكُمۡ شَنَ‍َٔانُ قَوۡمٍ عَلَىٰٓ أَلَّا تَعۡدِلُواْۚ ٱعۡدِلُواْ هُوَ أَقۡرَبُ لِلتَّقۡوَىٰۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ ٨

Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan

  Referensi :

Yusuf, Abdul Karim, Zuhair Musthafa. 2019. Barisan Pemuda Islam. Solo: Aqwam

 

About Dhiyaa Uddin

Hamba Allah yang gemar menulis

View all posts by Dhiyaa Uddin →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *