Kisah Malaikat Izrail dengan tanah, Nabi Ibrahim dan Nabi Musa

waktu kematian

Malaikat Izrail, biasa juga disebut dengan Malaikat Maut, merupakan salah satu malaikat yang harus kita Imani keberadaannya. Seperti namanya, Malaikat Izrail  bertugas untuk mencabut nyawa manusia baik yang beriman dan yang tidak beriman. Bagi yang bertakwa kepada Allah, kedatangan Malaikat Izrail merupakan kedatangan yang menjadi pembuka bagi ni’mat yang kekal namun bagi yang tidak bertakwa kepada Allah, kedatangan Malaikat Izrail menjadi pembuka bagi siksa yang pedih dari Allah.

Malaikat Izrail merupakan Malaikat yang sangat taat kepada Allah dan tegas dalam menjalankan keputusan dari Allah. Dialog Malaikat Izrail dengan tanah, Nabi Ibrahim dan Nabi Musa menggambarkan hal tersebut.

Dialog Malaikat Izrail dengan tanah

Sebuah hadits dari Abu Hurairah menyebutkan bahwa ketika Allah memutuskan untuk menciptakan Adam dari tanah, salah seorang malaikat penyangga langit diperintahkan ke Bumi untuk mengambil tanah dari Bumi dan di bawa ke langit. Ketika dia hendak mengambil tanah, Bumi berkata: “Aku memintamu dengan sangat, dengan nama Allah yang Maha Suci, yang telah mengutusmu, untuk tidak mengambil tanah dariku, karena besok ia harus dibakar di api neraka.” Mendengar hal ini, malaikat membatalkan rencananya. Ketika ia kembali menghadap Allah dan melaporkan hal tersebut, Allah bertanya: “Siapa yang melarangmu melaksanakan perintah-Ku?” Malaikat menjawab, “Wahai Allah, Bumi memohonku dengan Nama-Mu untuk tidak mengambil tanah, maka aku membatalkan rencana itu.

Allah kemudian memerintahkan malaikat lain untuk membawakan tanah dari Bumi. Ternyata, Bumi juga berkata hal yang sama seperti apa yang Bumi sampaikan kepada malaikat sebelumnya. Allah kemudian mengirimkan semua malaikat satu demi satu, tapi tak satupun bisa membawa tanah Bumi.

Akhirnya, Allah mengutus Malaikat Izrail. Ketika Malaikat Izrail mengambil tanah, Bumi juga berkata hal yang sama. Namun, Malaikat Izrail tetap melaksanakan perintah Allah. Malaikat Izrail berkata kepada Bumi: “Aku harus tunduk dengan perintah Zat yang tunggal yang telah mengutusku ke Bumi.” Kemudian, Malaikat Izrail mengambil setiap bagian Bumi dan menghadap Allah, lalu Allah membentuk Nabi Adam.

Karena Malaikat Izrail sangat patuh terhadap perintah Allah, maka Allah memerintahkan Malaikat Izrail menjadi Malaikat Maut yang bertugas mencabut nyawa setiap insan. Malaikat Maut menjadi Malaikat yang tak peduli kondisi manusia yang dicabutnya,jika memang sudah waktunya nyawa seseorang berakhir, maka Malaikat Maut akan datang untuk mencabutnya.

waktu kematian

Gambar Ilustrasi Waktu

Sumber: https://islamedia.web.id/tanda-tanda-kematian-menurut-islam/

Dialog Malaikat Izrail dengan Nabi Ibrahim AS

Imam Al Qurthubi dalam bukunya “Rahasia Kematian, Alam Akhirat dan Kiamat” menceritakan tentang dialog antara Malaikat Maut dengan Nabi Ibrahim. Pada awalnya, Malaikat Maut mendapatkan penolakan dari Nabi Ibrahim untuk mencabut nyawa Sang Nabi.

Suatu hari Malaikat Maut (Izrail) mendatangi Nabi Ibrahim As, Sang Kekasih Allah, untuk mencabut nyawanya, Ibrahim lantas berkata,” Hai Malaikat Maut, pernah kamu melihat ada kekasih mencabut nyawa kekasihnya sendiri?” Izrail lalu naik ke langit untuk mengadukan kepada Allah jawaban Ibrahim itu. Lalu Allah berfirman menyuruh Izrail bertanya kepada Ibrahim, “Apakah kamu pernah melihat seorang kekasih yang tidak suka bertemu dengan kekasihnya?” Izrail pun turun untuk menyampaikan pesan itu. Dan Ibrahim lalu berkata,”Cabutlah nyawaku saat ini juga !”

Malaikat Maut ditinju Nabi Musa AS

Dari Abu Hurairah Radhiallahu anhu, ketika itu beliau menyebutkan beberapa hadits, di antaranya bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pada suatu ketika Malaikat Maut diutus Allah kepada Nabi Musa ‘Alaihis salam, dia berkata, ‘Penuhilah panggilan Tuhanmu.’ Malaikat Maut tersebut di tampar oleh Nabi Musa hingga buta kedua matanya. Malaikat kembali kepada Allah dan berkata, ‘Engkau kirimkan aku kepada seorang hamba yang tidak ingin mati, dan mencolok mataku.’

Kemudian Allah mengembalikan penglihatannya dan berfirman, ‘Kembalilah dan katakan, ‘Apakah kamu masih ingin hidup? Jika kamu masih menginginkan hidup, letakkan tangan-mu di punggung lembu. Untuk setiap bulu yang tertutup oleh tanganmu, engkau masih berkesempatan hidup selama satu tahun.’

Musa bertanya, ‘Setelah itu apa?’ Dia menjawab, ‘Kemudian kamu akan mati!’ Musa berkata, ‘Kalau begitu sekarang kematian itu sudah dekat!’ Iapun bermohon kepada Allah supaya mematikannya di dekat Baitul Maqdis (Yerussalem) dengan jarak satu lemparan batu.”

Rasulullah Shhallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan, “Kalau sekiranya aku berada di sana akan ku tunjukkan kepadamu makamnya, yaitu di pinggir jalan dan di dekat tumpukan-tumpukkan pasir merah.” [HR. al-Bukhari, 1339; Ahmad, 2/269]

Pada akhirnya, Nabi Musa AS nyawanya dicabut nyawanya oleh Malaikat Maut meskipun Malaikat Maut telah ditinju oleh Nabi Musa.

Hikmah

Malaikat Maut terpilih dari malaikat-malaikat yang lain karena ketegasannya. Maka tiada bisa kita menghindari kematian meskipun kita menggunakan Nama Allah seperti apa yang Bumi katakan, tidak bisa juga kita menghindar kematian meskipun kita memiliki kedekatan kepada Allah seperti Nabi Ibrahim AS serta tiada guna kita menghindar dari kematian meskipun kita memiliki kekuatan seperti Nabi Musa AS.

Setiap manusia pasti akan mati dan berhadapan dengan Malaikat Maut. Rahmat Allah dan amal-amal shalih kita semasa dunialah yang mampu meringankan proses kematian kita dan mampu membawa kita kepada ni’mat yang kekal.

siluet kematian

Gambar Siluet Kematian

Sumber: https://tulisankimia.wordpress.com/2016/04/25/waktu-dan-kematian-unsolved-mystery/

Referensi:

AkhwatMuslimah.com. 2015. Kisah Malaikat Maut Ditampar oleh Nabi Musa Hingga Buta Kedua Matanya. 12 24. Accessed Nov 21, 2017. http://www.akhwatmuslimah.com/2015/12/24/4089/4089/.

EraMuslim.com. 2017. Resensi Buku : Rahasia Kematian, Alam Akhirat dan Kiamat. Oktober 23. Accessed November 2017, 21. https://www.eramuslim.com/resensi-buku/rahasia-kematian-alam-kubur-dan-kiamat.htm#.WhRKHDQ3HIU.

Imam Al Qurthubi. n.d. Rahasia Kematian, Alam Akhirat dan Kiamat. Akbar media.

Khawaja, Muhammad. 2001. Mati itu Spektakuler. Jakarta: Zaman.

 

About Agung AtTambuniy

Ayah 2 anak. Hamba Allah yang ingin beramal jariyah. -Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Quran ini kepadamu-

View all posts by Agung AtTambuniy →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *