Kekuatan Fisik Nabi Musa

Nabi Musa Alaihissalam merupakan Nabi yang paling banyak disebut dalam Al Qur’an. Nabi Musa disebut 136 kali. Jumlah ini jauh lebih banyak daripada Nabi Ibrahim Alaihissalam yang disebut sebanyak 67 kali, Nabi Nuh Alaihissalam disebut sebanyak 43 kali, Nabi Isa Alaihissalam disebutkan sebanyak 25 kali sedangkan Nabi Muhammad ﷺ disebutkan hanya sebanyak 5 kali dengan 1 kali disebut namanya “Ahmad”. (Api Sejarah 1 Ahmad Mansur Suryanegara)

Banyaknya kisah Nabi Musa AS di Al Qur’an ini menjadi motivasi tersendiri bagi Nabi Muhammad ﷺ untuk berdakwah dan seharusnya kita juga bisa mengambil motivasi serta hikmah dari berbagai macam kisah Nabi Musa AS. Salah satu hikmah yang bisa diambil dari Nabi Musa AS adalah Nabi Musa AS diberikan kekuatan yang luar bisa dari Allah SWT.

Ketika kecil, Nabi Musa sedang digendong dengan sangat gembira oleh Asiyah, Ibu tiri Nabi Musa AS dan juga istri Fir’aun. Ketika sampai dihadapan Fir’aun, tiba-tiba Musa menarik jenggot Fir’aun hingga Fir’aun merasa kesakitan. Karena peristiwa tersebut, Fir’aun hendak membunuh Nabi Musa. Fir’aun menduga bahwa Musa lah yang kelak akan menggulingkan kekuasaannya. Namun, Asiyah mencegah Fir’aun, akhirnya Nabi Musa “hanya” dihadapkan dengan 2 pilihan yaitu permen atau bara api. Musa yang masih bayi memilih bara api dan memasukkan bara api tersebut ke mulutnya. Peristiwa ini membuat lidah nabi Musa tidak fasih ketika berbicara, namun Allah SWT membuat Nabi Musa berbicara lancar dihadapan Fir’aun kelak.

Ketika muda, Nabi Musa Alaihissalam selalu menggunakan baju lengan panjang yang tertutup. Hal ini membuat penasaran beberapa orang Bani Israil tentang tubuh Nabi Musa AS. Mereka menyebarkan desas-desus bahwa Nabi Musa AS memiliki penyakit kudis di tubuhnya. Allah SWT menghendaki Nabi Musa bersih dari tuduhan tersebut. Suatu hari, Nabi Musa AS melepas semua pakaiannya di atas sebuah batu, kemudian ia mandi. Tiba-tiba, batu tersebut berlari membawa pakaiannya Nabi Musa AS sambil berkata “Hai batu, kembalikan pakaianku! – Hai batu, kembalikan pakaianku.” Hingga sampailah Musa AS di hadapan sekumpulan orang Bani Israil, dan mereka melihat Nabi Musa AS dalam keadaan telanjang bulat sebagai seorang yang bertubuh sempurna tiada cacat atau penyakit. Batu itu kemudian diam dan Nabi Musa memukul batu tersebut hingga terdapat tiga atau empat atau lima tapak akibat bekas pukulan Nabi Musa AS.

Gambar. Ilustrasi batu yang bergerak

Sumber:http://forumsalafy.net/kisah-sebuah-batu-membela-kesucian-nabi-musa-alaihissallam/

Cerita di atas merupakan Tafsir dari Ibnu Katsir untuk Surat Al Ahzab ayat 69:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa; maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. Dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah. (Al Ahzab: 69)

Ustadz Hanan Attaki dalam ceramahnya yang bisa dilihat di channel Youtube: https://www.youtube.com/watch?v=ZzdPHmAXZ6Q menyebutkan bahwa Nabi Musa AS pernah menarik janggut Nabi Harun AS dan kemudian membanting Nabi Harun AS. Nabi Musa AS juga pernah memukul Malaikat yang turun kepadanya hingga mata Malaikat tersebut buta.

Nabi Musa AS melarikan diri ke Madyan

Pernah suatu ketika, Nabi Musa AS berjalan-jalan di kota Memphis atau ‘Ain Syams pada saat penduduk kota sedang istirahat, sehingga jalan-jalan sepi. Tiba-tiba Musa Alaihissalam menyaksikan dua orang laki-laki yang sedang berkelahi. Yang satu disebutkan oleh Al-Qur’an dari golongannya yaitu Bani Israil dan yang seorang lagi dari kaum Fir’aun yaitu bangsa Mesir. Laki-laki Bani Israil itu meminta pertolongan Musa. Tanpa pikir panjang Musa meninju pemuda Mesir itu dan mati. Hanya dengan sekali tinju, kemudian pemudi Mesir tersebut meninggal. Kisah ini diabadikan pada Surat Al Qashash ayat 15:


“Dan Musa masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah, maka didapatinya di dalam kota itu dua orang laki-laki yang berkelahi; yang seorang dari golongannya (Bani Israil) dan seorang (lagi) dari musuhnya (kaum Fir’aun). Maka orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya, untuk mengalahkan orang yang dari musuhnya lalu Musa meninjunya, dan matilah musuhnya itu. Musa berkata: “Ini adalah perbuatan syaitan. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang menyesatkan lagi nyata (permusuhannya).“  (Al Qashash: 15)

Peristiwa pembunuhan orang Mesir tersebut oleh Nabi Musa AS rupanya telah sampai ke telinga Fir’aun dan membuat Fir’aun marah. Fir’aun kemudian memburu Nabi Musa AS. Seseorang dari Bani Israil memberi tahu Nabi Musa AS tentang Fir’aun yang mengejar dia, Nabi Musa kemudian menghindari Fir’aun dengan berlari dari Mesir (Memphis) ke Negeri Madyan. Nabi Musa berjalan berhari-hari dengan jarak ribuan kilometer dalam kondisi yang takut namun tetap sampai dengan selamat di Madyan.

(yaitu) ketika saudaramu yang perempuan berjalan, lalu ia berkata kepada (keluarga Fir´aun): “Bolehkah saya menunjukkan kepadamu orang yang akan memeliharanya?“ Maka Kami mengembalikanmu kepada ibumu, agar senang hatinya dan tidak berduka cita. Dan kamu pernah membunuh seorang manusia, lalu Kami selamatkan kamu dari kesusahan dan Kami telah mencobamu dengan beberapa cobaan; maka kamu tinggal beberapa tahun diantara penduduk Madyan, kemudian kamu datang menurut waktu yang ditetapkan hai Musa, [QS. THAHA 20:40]

Ibnu Abbas mengatakan bahwa Musa berjalan meninggalkan Negeri Mesir di malam hari menuju ke Negeri Madyan, sedangkan ia tidak membawa bekal makanan, kecuali hanya sayuran dan dedaunan pohon. Dia berangkat tanpa alas kaki. Ketika sampai di negeri Madyan, kedua telapak kakinya melepuh. Dia sangat merasa lapar seakan-seakan perutnya menyatu dengan punggungnya, dan sesungguhnya seakan-akan hijaunya sayur-sayuran yang dimakannya keliatan dari balik perutnya. Sesungguhnya Nabi Musa AS benar-benar membutuhkan Kurma, meski hanya 1 biji atau separuhnya.

Gambar jarak antara Memphis ke Madyan

Sumber: http://dongengislami.com/nabi-musa-pergi-dari-mesir/

Dalam kondisi sangat lapar tersebut, Nabi Musa AS masih sempat menolong orang. Abu Bakar Ibnu Abu Syaibah mengatakan bahwa Musa AS setelah sampai di sumber air Negeri Madyan, dia menjumpai sekumpulan orang -orang yang sedang memberi minum ternak mereka. Setelah selesai, lalu mereka mengembalikan batu besar penutup sumur itu yang tidak dapat diangkat kecuali hanya oleh sepuluh orang laik-laki. Tiba-tiba Musa AS melihat dua orang wanita yang sedang menambat ternaknya karena belum bisa memberikan minum ternaknua. Musa AS bertanya kepada kedua wanita tersebut, “Apakah gerangan yang dialami oleh kamu berdua?” Lalu keduanya menceritakan perihal dirinya kepada Nabi Musa AS. Lalu Musa AS mendatangi batu itu, dan mengangkat batu itu sendirian dan dalam kondisi sangat lapar. Kemudian Nabi Musa AS menimba air sendirian saja dan ternyata air yang ditimba itu membuat ternak kedua wanita itu kenyang.

Maka Musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa: “Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku”.( Qasas: 24)

Gambar: Ilustrasi sumur

Sumber: http://islamidia.com/inilah-foto-sumur-nabi-musa-di-mesir-yang-disebutkan-dalam-al-quran/

Kekuatan Nabi Musa AS tidak hilang sekalipun ia menghadapi sakaratul maut. Al-Hafidz Ibnu Kasir dalam kitabnya, al-Bidayah wan Nihayah, mengisahkan ketika itu Sang Malaikat diutus untuk mencabut nyawa Nabi Musa. Namun sayangnya, ia datang dalam wujud manusia. Alhasil, Sang Malaikat pencabut nyawa dihajar Nabi Musa hingga babak belur. Kedua bola matanya bahkan copot dari sarangnya karena ditinju Nabi Musa.

Itulah kekuatan-kekuatan dari Nabi Musa AS. Beliau diutus oleh Allah untuk menghadapi musuh Allah yaitu Fir’aun yang memproklamirkan dirinya sebagai tuhan, hingga Allah memberikan sebutan “thagha” (melewati batas) bagi Fir’aun. Kekuatan Nabi Musa AS ini tidak membuat Nabi Musa AS menjadi sombong dan kasar. Beliau tetap mendakwahkan Fir’aun secara lemah lembut. Beliau pula mampu berjalan di depan kedua wanita yang dia tolong di sumur Negeri Madyan untuk menghormati kedua wanita tersebut.

Selain itu, kekuatan seperti Nabi Musa AS ini memang diperlukan untuk menghadapi 2 karakter yang keras yaitu Fir’aun dan Bani Israil. Maka kelak, kita harus memiliki kekuatan seperti Nabi Musa untuk bisa memimpin Negeri Mesir dan mengalahkan Israel.

Semoga kita bisa mengambil hikmah dari Kisah-kisah Nabi Musa AS ini.

REFERENSI

Android Kit. 2016. “Aplikasi Android Tafsir Ibnu Katsir Lengkap.” Tanah Laut: Android Kit, Jul 30.
Bijak TV. 2017. Ustadz Hanan Attaki | Full Video Kisah Kisah Menginspirasi tentang Al Qur’an. Agustus 21. Accessed Sep 6, 2017. https://www.youtube.com/watch?v=ZzdPHmAXZ6Q .

Ilyas, Yunahar. 2016. Nabi Musa as; Kisah di Waktu Kecil. Jan 29. Accessed Sep 6, 2017. http://www.suaramuhammadiyah.id/2016/01/29/nabi-musa-as-kisah-di-waktu-kecil/2/.

Sasongko, Agung. 2017. Kelembutan Dakwah. Mei 27. Accessed Sep 6, 2017. http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/17/05/27/oqm746313-kelembutan-dakwah.

About Agung AtTambuniy

Ayah 2 anak. Hamba Allah yang ingin beramal jariyah. -Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Quran ini kepadamu-

View all posts by Agung AtTambuniy →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *