Belajar dari Lagu Cicak-Cicak di Dinding

Pukul 4.30, azan Shubuh nyaring terdengar ke seluruh penjuru dan memanggil para jamaah Shubuh untuk shalat di masjid. Azan Subuh tidak hanya menjadi bel kehidupan bagi para jamaah Shubuh tapi juga bagi para komuter yang berangkat ke tempat kerjanya masing-masing. Yang menyedihkan adalah, sebagian dari komuter laki-laki tidak melakukan shalat di masjid meskipun masjid terletak jauh lebih dekat daripada tempat kerjanya. Rupanya, beberapa orang lebih was-was tentang dunianya daripada akhiratnya.

Begitulah kita, kita mencemaskan rezeki yang padahal sudah dijamin dan diatur oleh Allah. Padahal dari kecil, kita sudah hafal lagu Cicak-Cicak di dinding yang mengajarkan kita untuk percaya bahwa rezeki sudah diatur oleh Allah. Seperti ini lirik dari lagu Cicak-cicak di dinding:

Cicak-cicak di dinding
Diam-diam merayap
Datang seekor nyamuk
Hap lalu ditangkap

Cicak hanya diizinkan oleh Allah untuk merayap di dinding meskipun hampir semua makanan Cicak bisa terbang. Mungkin kalau kita jadi  Cicak, kita akan protes kepada Allah karena pasti kita akan kesulitan untuk mendapatkan makanan. Namun begitulah Allah, Ia hanya menugaskan Cicak untuk merayap di dinding dan Allah akan mendatangkan seekor nyamuk untuk dia.

Credit to: http://www.wajibbaca.com/2016/11/jangan-anggap-remeh-keberadaan-cicak-di.html

Kalau binatang melata seperti Cicak saja rezekinya dijamin oleh Allah, maka mengapa kita harus meragukan Allah menjamin rezeki untuk kita?